Minggu, 15 Maret 2009

IA Yang Menolak Menjadi Pemimpin

Ketika IA dilantik menjadi khalifah setelah meninggalnya Sulaeman bin Abdul Malik, padahal IA sesungguhnya tidak menghendaki jabatan khalifah tersebut. Kaum Muslimin memintanya untuk menjadi Imam shalat. Usai menunaikan shalat, IA berdiri untuk menyampaikan khutbah. “Kaum Muslimin aku telah diberi cobaan dengan jabatan khalifah ini tanpa aku dimintai pendapat, dimohon, serta tanpa musyawarah dari kaum muslimin seluruhnya. Sekarang aku kembalikan jabatan ini kepada kalian, dan pilihlah khalifah sesuka anda!”.
Namun kaum muslimin dengan serempak menjawab, “kami telah memilih dan menerimamu dengan ikhlas, ya amirul mukminin kami telah mengangkat sumpah dan semoga engkau diberkahi”
IA mulai memberikan arahan dan nasehat untuk meningkatkan taqwa dan bersikap zuhud dalam hal keduniawian serta memberikan iming-iming tentang pahala akhirat kelak. Inilah ucannya,
“Kaum muslimin, barang siapa yang taat kepada Allah, berarti kita wajib menaatinya,
dan barang siapa yang berbuat maksiat terhadap Allah,
berarti tidak satu pun orang yang boleh menaatinya.
Kaum Muslimin, taatilah perintahku selama aku taat kepada Allah.
Jika aku tidak taat kepada Allah, maka kalian tidak perlu menaatiku”.

Setelah menyampaikan khutbahnya, IA turun dari mimbar, pulang ke rumah menuju ke tempat tidurnya.
Belum sempat IA merebahkan badan, anaknya Abdul Malik yang saat itu berusia tujuh belas tahun menghampiri ayahandanya seraya berkata, “apa yang akan kau lakukan, amirul mukminin?!”

IA menjawab, “Aku ingin memejamkan kedua mataku sebentar saja. aku sudah tidak berdaya lagi!”

Anaknya berkata, “apakah enkau akan memejamkan mata sebelum menyelamatkan orang-orang yang terdzalimi dan mengembalikan mereka kepada keluarga mereka, wahai amirul mukminin!”

IA menjawab, “Anakku, kemarin malam aku tidak tidur di rumah pamanmu, Sulaeman. Saat zuhur tiba nanti aku akan shalat berjamaah bersama kuam muslimin dan aku akan lepaskan orang-orang terdzalimi kepada keluarga mereka, insyaallah!”

Anaknya berkata, “memangnya engkau ini siapa hingga tahu akan hidup sampai waktu dzuhur nanti?”
IA pun memeluk dan mendekap anaknya lalu berkata, “segala puji bagi Allah yang telah melahirkan seorang anak dari tulang belakang yang mengukuhkan agamaku” Namanya aku tidak sanggup sebutkan, karena begitu mulia bagiku. Subhanallah

Sabtu, 07 Maret 2009

Islam Dan Kebangkitan Ilmu Pengetahuan

Ketika Jepang dibom atom oleh Amerika pada perang dunia II, negara Sakura mengalami kehancuran total. Pada saat itu kaisar bertanya, “apakah masih ada guru yang hidup?”. Sebuah kesadaran dari seorang pemimpin bahwa kebangkitan kembali dari kehancuran terletak di tangan guru. Untuk menata kembali kepingan-kepingan peradaban yang rusak menuju kejayaannya hanya akan mampu dilakukan melalui sentuhan tangan-tangan mulia para guru, pendidik, pemberi ilmu, para murabbi.
Kesadaran seorang kaisar akan arti penting seorang guru pemberi ilmu dan keutamaan ilmu pengetahuan, hanyalah sepenggal dari kisah kesempurnaan peradaban ummat manusia sepanjang zamannya. Seribu tahun lebih yang telah lalu, sebuah risalah kenabian terakhir hadir di muka bumi yang membawa ajaran perbaikan, dan cahaya keselamatan. Dan ternyata amanat risalah suci yang pertama itu adalah perintah untuk membaca. Bahkan perintah untuk membaca diulang dua kali. Menurut ulama tafsir adanya tikrar (pengulangan) pada kata iqra’ (bacalah) menunjukkan urgennya perintah tersebut.
Membaca merupakan salah satu jalan utama untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Sebabnya Islam sangat menekankan keutamaan ilmu dan pentingnya memiliki ilmu pengetahuan. Karena untuk bisa menjalankan syariat Islam dengan baik, wajib adanya pengetahuan di dalamnya. Islam tidak memberikan ruang toleransi kepada siapa pun untuk menjalankan syariat dalam keadaan buta ilmu, bodoh, dan tanpa pemahaman (sufaha atau jahiliyah). Itulah sebabnya agenda pertama kehadiran Islam adalah melawan kebodohan (jahiliyah) ummat, terutama kebodohan dalam akidah atau iman.

Penghargaan Tuhan Kepada Ilmu dan Orang Berilmu
Sesungguhnya Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Agama yang menjadikan ilmu sebagai kemutlakan dalam ibadah dan taqarrub kepada Allah swt. Dalam Al-Quran Allah swt menggambarkan dengan firmanNya yang agung keutamaan-keutamaan ilmu dan orang berilmu.
Allah swt menghargai orang-orang yang berilmu dibanding orang-orang awam. Perhatikanlah firman Allah swt dalam surat al-Mujadalah : 11, Allah memberikan penghargaan kepada orang berilmu dengan mengangkat derajatnya hingga beberapa derajad yang tidak terbatas.
َيرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
(سورة المجادلة :11)
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad.” (Al Mujadilah: 11)

Pada surat Ali ‘Imran: 18, Allah SWT bahkan menghargai orang-orang yang berilmu dengan memulai dengan diriNya, lalu dengan MalaikatNya, dan kemudian dengan orang-orang yang berilmu. Jelas ini adalah keutamaan, ini adalah kemuliaan. Kemuliaan dari Yang Maha Mulia.
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
(سورة آل عمران:28)
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)...”
(Ali Imran:18)

Allah swt juga menyatakan bahwa hanya dengan ilmu orang bisa memahami perumpamaan yang diberikan Allah untuk manusia. dengan ilmu pulalah orang bisa mendapat petunjuk Al Qur’an.
وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُون... بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْم وَمَا يَجْحَدُ بِآَيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُون (سورة العنكبوت :43 و 49)
“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu”) (Al Ankabut:43)... “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu dan tiadalah yang ingkar kepada ayat-ayat kami selain orang-orang dzalim.”(Al Ankabut:49).

Pada ayat lain, Allah swt berfirman dengan bahasa retorik (pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban) menggambarkan perbedaan yang jelas antara orang yang memiliki pengetahuan dan yang tidak memiliki pengetahuan
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ (سورة الزمر : 9)
Katakan, apakah sama antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang akan menerima pelajaran
(Q.S. Az-zumar : 9(

Apakah sama kepribadiannya, akhlaqnya, keshalehannya, bahkan imannya orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. Tentu jawabannya, “Tidak”. Kenapa tidak sama? Karena ilmu melahirkan banyak hikmah-hikmah dan menyimpan banyak keutamaan. Hanya orang yang belajar dan menuntut ilmulah yang akan menemukan hikmah dan meraih keutamaan itu. Pintu keutamaan itu tidak akan pernah diketuk oleh kemalasan, dan tidak akan pernah dibuka dengan kebodohan.
Allah swt juga memberikan garansi ketaatan dan ketundukan kepada Allah dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, serta takut kepada Tuhannya hanya kepada orang-orang yang berilmu
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (سورة فاطر :28)
Sesungguhnya dari hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya hanyalah ulama (orang yang berilmu) sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Maha Pengampun(Q.S. Fathir : 28)

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini, sesungguhnya yang takut kepada Allah swt dengan sebenar-benarnya adalah ulama yang mengenal-Nya, yang karena pengetahuannya kepada Allah telah sempurna, ketakutan kepadaNya sangat besar.
Menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud dengan ulama dalam ayat ini adalah mereka yang mengetahui bahwa Allah swt Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan yang mengenal Allah swt di antara hamba-hamba-Nya adalah yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, menghalalkan apa saja yang Dia halalkan, mengharamkan apa saja yang diharamkan, menjaga wasiat-wasiat-Nya, serta meyakini bahwa ia akan menghadap kepada-Nya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan.
Rasulullah saw menjadikan belajar dan menuntut ilmu sebagai keniscayaan hidup. Keluar dari kungkungan kebodohan adalah keharusan yang tidak bisa ditawar. Tidak ada kata izin, atau halangan untuk tidak belajar dan menuntut ilmu sebagaimana sabdanya ; tuntutlah ilmu dari ayunan hingga liang lahad. Rasulullah saw dengan pembenaran Al-Quran telah mewajibkan kepada seluruh ummatnya untuk menuntut ilmu dan menetapkannya sebagai ciri dari keislaman seseorang,
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم
Dari Anas bin Malik r.a. berkata; Rasulullah saw bersabda : Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. H.R. Ibnu Majah

Tidak ada kata penghalang dalam belajar, tidak ada batasan umur, sekali lagi menuntut ilmu tidak dibatasi oleh jarak, ataupun tempat. Rasulullah saw menyeruh ummat untuk menuntuk ilmu ke negeri yang terjauh sekalipun “Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri Cina”. Karena ilmu adalah mutiara kaum muslimin yang hilang, maka dimanapun bisa ditemukan, maka harus diambil.
Keutamaan orang berilmu digambarkan Rasulullah saw dalam salah satu hadits berikut ;
عَنْ أَبَي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِر (رواه ابو داود والترميذي)
Dari Abu Darda r.a. berkata: aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “siapa yang mengikuti jalan menuntut ilmu, maka Allah menuntunnya jalan menuju syurga. Sesungguhnya Malaikat meletakkan sayap-sayapnya sebagai keridhaan kepada orang yang menuntut ilmu. Dan sesungguhnya orang alim akan dimohonkan ampun oleh siapa yang ada di langit dan di bumi dan ikan-ikan yang ada di dasar air. Sesungguhnya keutamaan orang berilmu dari ahli ibadah seperti keutamaan bulan di malam purnama dari seluruh bintang-bintang, ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu, maka siapa yang mengambilnya, sungguh dia telah mengambil dengan porsi yang banyak. H.R. Abu Daud dan At-Tirmizi

Pilihan antara Ilmu dan Harta
Ketika Nabi Sulaeman a.s. ditawari Allah swt tiga hal; harta, kekuasaan, dan ilmu beliau memilih ilmu pengetahuan. Pilihan itu mungkin tidak populis kalau kita menggunakan ukuran manusia sekarang, karena merupakan pilihan yang merugikan. Realitas masyarakat sekarang ini kebanyakannya lebih mementingkan harta daripada ilmu pengetahuan. Mereka lebih memilih membeli sawah dan kebun yang luas, menyediakan modal untuk membeli ruko yang banyak, daripada memberikan modal kepada anak-anaknya untuk pendidikannya. Banyak yang tidak sekolah bukan karena tidak punya uang untuk membayar sekolahnya, tetapi karena orangtuanya lebih memilih untuk mewariskan harta dari pada ilmu. Tetapi pilihan Nabi Sulaeman adalah pilihan cerdas dan terbaik. Dengan ilmunya ia memperoleh kekuasaan dan limpahan harta yang tiada samanya baik sebelum maupun setelahnya.
Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya. ya Ali! lebih utama mana antara ilmu dengan harta?” Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada harta. Ali kemudian memberikan sepuluh alasannya ;
1. Ilmu warisan para Nabi, sedang harta adalah warisan Qarun, Syidad dan Fir’aun.”
2. Ilmu bisa merawat dirimu. Sedang harta, kamulah yang merawatnya.”
3. Orang yang miliki harta cenderung mendapat banyak musuh. Sedang orang berilmu punya banyak teman.”
4. Harta ketika digunakan akan berkurang. Sedang ilmu semakin banyak digunakan semakin bertambah.”
5. Orang berharta biasa diberi gelar si Bakhil. Sedang orang berilmu selalu diberi gelargelar yang mulia dan terhormat.”
6. Harta benda harus dijaga dari pencuri. Sedang ilmu tidak perlu dijaga dari pencuri.”
7. Di hari kiamat nanti orang berharta dihisab sebab hartanya. Sedang orang berilmu kelak di hari kiamat dapat syafa’at sebab ilmunya.”
8. Seiring waktu berjalan, harta semakin lama kian habis dan rusak. Sedang ilmu, takkan bisa habis maupun rusak.”
9. Harta bisa mengeraskan dan menggelapkan hati. Sedang ilmu menerangi hati.”
10. Orang berharta biasa dikatakan sombong sebab kekayaannya. Sedang orang berilmu biasa disebut orang tawadhu’, rendah hati, sebab ilmunya,
Ali lanjutkan, Selama hayat masih di kandung badan, andai kalian semua bertanya padaku tentang masalah ini. Pasti kujawab dengan uraian jawaban berbeda-beda. Ali bin Abi Thalib memang salah seorang cerdik pandai dari sahabat-sahabat Rasulullah saw. Beliau sangat memahami peranan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manus, di dunia maupun di akhirat. Dalam satu atsarnya beliau katakan, “siapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan ilmu, siapa yang menginginkan akhirat hendaklah dengan ilmu, dan siapa menginginkan keduanya hendaklah dengan ilmu”


Peradaban Besar Berdiri di atas Kegemilangan Ilmu Pengetahuan
Kebenaran al-Quran dan hadits adalah kebenaran pasti dan niscya yang tidak bisa ditawar. Kebenaran itulaha kemudian menjadi spirit ummat Islam untuk menggali ilmu pengetahuan. Mereka adalah ummat yang haus dan tamak dengan ilmu. Mereka menjadi ummat pembelajar. Penggalian ilmu pengetahuan menjadi tradisi ummat Islam, baik ilmu-ilmu keagamaan maupun ilmu profan, bahkan filsafat. Mereka rela menjual segala harta bendanya untuk mendanai rihlah (pengembaraannya) menuntut ilmu. Bahkan di antara ulama ada yang rela tidak menikah karena khusyuk belajar dan berkarya. Kebangkitan peradaban Islam akhirnya tidak bisa terbendung. Ia lahir dan mencuak menjadi peradaban baru yang meneguasai tiga benua; Asia, Afrika, dan sebagian benua Eropa. Ummat Islam telah menikmati kejayaannya pada saat Eropa masih berkutat dengan keterbelakangan dan kebodohannya.
Karya-karya ummat Islam diberbagai bidang ilmu pengetahuan tumbuh subur. Pada tahun 800 pabrik kertas pertama berhasil didirikan di Baghdad. Perpustakaan pun bermunculan di hampir seluruh negeri Arab (baca: Islam) yang dulu dikenal sebagai bangsa nomad yang buta huruf dan cuma bisa mengangon kambing. Direktur observatorium Maragha, Nasiruddin At Tousi memiliki kumpulan buku sejumlah 400.000 buah. Di Kordoba (Spanyol) pada abad 10, Khalifah Al Hakim memiliki suatu perpustakaan yang berisi 400.000 buku, sedangkan 4 abad sesudahnya raja Perancis Charles yang bijaksana hanya memiliki koleksi 900 buku. Bahkan Khalifah Al Aziz di Mesir memiliki perpustakaan dengan 1.600.000 buku, di antaranya 16.000 buah tentang matematika dan 18.000 tentang filsafat.
Pada masa awal Islam dibangun badan-badan pendidikan dan penelitian yang terpadu. Observatorium pertama didirikan di Damaskus pada tahun 707 oleh Khalifah Amawi Abdul Malik. Universitas Eropa, 2 atau 3 abad kemudian seperti Universitas Paris dan Univesitas Oxford semuanya didirikan menurut model Islam.
Para ilmuwan Islam seperti Al Khawarizmi memperkenalkan “Angka Arab” (Arabic Numeral) untuk menggantikan sistem bilangan Romawi yang kaku. Bayangkan bagaimana ilmu Matematika atau Akunting bisa berkembang tanpa adanya sistem “Angka Arab” yang diperkenalkan oleh ummat Islam ke Eropa. Kita mungkin bisa menuliskan angka 3 dengan mudah memakai angka Romawi, yaitu “III,” tapi bagaimana dengan angka 879.094.234.453.340 ke dalam angka Romawi?
Selain itu berkat Islam pulalah maka para ilmuwan sekarang bisa menemukan komputer yang menggunakan binary digit (0 dan 1) sebagai basis perhitungannya, Selain itu Al Khawarizmi juga memperkenalkan ilmu Algorithmdan juga Aljabar (Algebra). Omar Khayam menciptakan teori tentang angka-angka “irrational” serta menulis suatu buku sistematik tentang Mu’adalah (equation). Di dalam ilmu Astronomi ummat Islam juga maju. Al Batani menghitung enklinasi ekleptik: 23.35 derajad (pengukuran sekarang 23,27 derajad).
Dunia juga mengenal Ibnu Sina (Avicenna) yang karyanya Al Qanun fit Thibbi diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerard de Cremone (meninggal tahun 1187), yang sampai zaman Renaissance tetap jadi textbook di fakultas kedokteran Eropa. Ar Razi (Razes) adalah seorang jenius multidisiplin. Dia bukan hanya dokter, tapi juga ahli fisika, filosof, ahli theologi, dan ahli syair. Eropa juga mengenal Ibnu Rusyid (Averroes) yang ahli dalam filsafat.
Maka tidaklah heran jika produser film Robin Hood the Prince of Thieves yang dibintangi Kevin Kostner, menyisipkan adegan keterkejutan Robin Hood dengan kecanggihan teknologi bangsa Moor.
Sayangnya kejayaan ummat Islam di abad pertengahan itu hanyalah masa lalu. Ummat Islam hanya bisa mengenang dan membaca sejarahnya. Hanya bisa berbangga dengan kejayaan pendahulunya. Tetapi belum mampu berbicara banyak dalam pentas dunia. Bahkan ketika ummat Islam mengabaikan perintah Allah yang saru ini (ilmu) ummat Islam terperosok dalam jurang keterbelakangan, dan tidak mampu bangkit dari ketertinggalannya.
Ummat Islam semakin jauh dari ajaran agamanya, semakin jauh dari al-Quran dan hadits Nabi, semakin jauh dari pengamalan para shalafus shaleh, mereka tidak memahami bahwa menuntut ilmu dan menjadi orang berilmu adalah perintah Allah dan perintah Nabi, sebagaimana halnya perintah shalat, sedekah dan yang lainnya.
Maka tidak ada alasan lagi bagi kita semuanya kecuali menggiatkan diri dengan belajar dan menuntut ilmu. Menjadikan masyarata Islam sebagai masyarakat pencinta ilmu dan pembelajar adalah agenda izzah dan proek keshalehan besar yang harus ditunaikan. Karena kebangkitan ummat akan terwujud dengan kebangkitan ilmu pengetahuannya. Wallahu a’lam

Rabu, 18 Februari 2009

Pemuda Penggali Parit

Dalam satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
Di masa sebelum kamu, ada sorang raja yang memiliki tukang sihir.
Tatkala tukang sihir itu sudah tua, ia berkata kepada raja,
“Berikanlah kepadaku seorang anak muda untuk aku ajari dia sihir”.
Maka raja memberikan kepadanya seorang anak muda
Dan tukang sihir pun mengajarinya ilmu sihir.


Di antara raja dan tukang sihir itu, ada seorang pendeta.
Di mana anak muda itu juga datang belajar kepadanya dan mendengarkan kata-katanya.
Pada saat anak muda itu kembali gurunya sang tukang sihir,
ia memukulinya dan berkata, :
“Apa yang membuat kamu terlambat datang...?”

Anak muda itu mengadukan hal tersebut kepada pendeta.
Pendeta berkata;
“jika tukang sihir itu mau memukulmu, maka katakan kepadanya,
Keluargakulah yang menghambatku datang,
Dan jika keluargamu mau memukulmu, maka katakan kepadanya,
Aku dicegah oleh tukang sihir”.

Suatu hari tatkala pemuda itu sedang diperjalanan, ia dihadang oleh seekor binatang sangat besar yang menghalangi perjalanan manusia. Pemuda itu berkata; aku akan tahu apa ajaran pendeta itu lebih disukai ALLAH atau apa yang diajarkan tukang sihir.
Pemuda itu mengambil batu dan berkata;
“Ya ALLAH, jika apa yang diajarkan pendeta itu lebih KAU cintai dan lebih KAU ridhai dari ajaran tukang sihir itu, maka bunuhlah binatang itu hingga manusia bisa lewat”.
Lalu dia melempar binatang itu dan membunuhnya. Maka manusia pun bisa melintas kembali.

Lalui anak muda itu menceritakan kejadian kepada pendeta.
Pendeta berkata; “wahai anakku, kau lebih baik dari aku dan aku akan mendapat ujian.
Jika kamu mendapat ujian, maka janganlah kau menyebut namaku”.

Anak muda itu menjadi hebat. Bisa menyembuhkan berbagai penyakit dengan izin ALLAH.
Suatu ketika anak buah Sang Raja ditimpa kebutaan
ia pun mendatangi anak muda itu dengan membawa hadiah yang banyak
dan mengharap disembuhkan

Anak muda menjawab; “Aku tidak sanggup menyembuhkan, tetapi
Yang menyembuhkan hanyalah ALLAH. Jika kamu beriman kepada-Nya
aku akan berdo’a dan ALLAH akan menyembuhkanmu”.
Akhirnya berimanlah orang tersebut, dan ia pun mendoakannya hingga sembuh.

Raja berkata kepadanya, “siapakah yang menyembuhkanmu?”
Dia menjawab, “Tuhanku”. Raja berkata, “akulah yang menyembuhkan...!
”Dia membalas, “Tuhanku dan Tuhanmu”. Raja menyeruh kepadanya,
“Apakah kamu memiliki tuhan selain aku...?”.Dia berkata, “Ya!,
Dia adalah Tuhanku dan Tuhanmu juga”.
Raja pun menyiksanya, hingga akhirnya ia menunjuk nama seorang anak muda.

Anak muda itu dihadirkan dihadapan raja.
Raja berkata, “wahai anakku, dengan kemampuan sihirmu
kamu telah mampu menyembuhkan orang buta sejak lahir, penyakit kusta
maupun penyakit-penyakit lainnya”.

Anak muda itu berkata, “aku tidak dapat menyembuhkan seseorang,
Sesungguhnya yang menyembuhkan hanyalah ALLAH Yang Maha Agung”
Raja itu berkata, “akulah yang menyembuhkan” Anak muda berkata, “tidak!”.
Raja berkata, “apakah kamu memiliki tuhan selain aku?”
Anak muda itu menjawab, “Tuhanku dan Tuhanmu adalah ALLAH”
Anak muda itu pun disiksa dengan siksaan yang amat pedih.
Sehingga dia menyebut nama pendeta.

Pendeta pun diperhadapkan kepada raja.
Raja berkata, “keluarlah dari agamamu...!”
Namun sang pendeta itu menolak dengan keras
Akhirnya diletakkanlah gergaji di atas kepalanya
Lalu digergaji kepalanya hingga rekah dua sampai kedua rekahannya itu jatuh ke bumi

Sang raja pun memerintahkan kepada anak muda untuk keluar dari agamanya,
Tapi anak mudah itu menolaknya dengan keras.
Maka raja memerintahkan kepada sejumlah anak buahnya untuk membawa
Anak muda itu ke atas gunung. Raja berkata, “jika telah sampai di puncak gunung, tanyakan
Padanya jika dia keluar dari agamanya biarkanlah, dan jika tidak maka lemparkanlah.
Setelah sampai di puncak gunung, anak muda itu berdo’a;
“Ya ALLAH lindungilah aku dari kejahatan mereka sekehendak-Mu”
Maka gunung pun berguncang dan mereka jatuh bergelimpangan.

Anak muda itu menemui raja kembali. Raja berkata, “apa yang mereka lakukan kepadamu...?”
Anak muda itu berkata, “ALLAH telah melindungiku”.
Lalu raja memerintahkan kepada punggawa-punggawanya untuk membawanya ke tengah lautan
Raja berkata, “jika kalian telah mengarungi lautan, tanyakan kepadanya
Apakah dia mau keluar dari agamanya, jika tidak lemparkanlah ke dalam lautan”.
Ketika sampai di tengah lautan, berkata anak muda itu,
“Ya ALLAH lindungilah aku dari kejahatan mereka sekehendak-Mu”
Maka mereka pun semuanya tenggelam

Anak muda itu menemui raja. Raja berkata,
“apa yang mereka lakukan kepadamu...?” anak muda menjawab “ALLAH telah melindungiku”
Kemudian dia berkata kepada raja,
“sesungguhnya kamu tidak akan pernah sanggup membunuhku
Kecuali jika mau menuruti apa yang akan aku perintahkan kepamu”.
Raja berkata, “apa itu...!”

Anak muda berkata ; “himpunlah manusia di tempat yang tinggi,
saliblah aku disebuah batang pohon, lalu kamu ambil anak panah
di wadah busur panahku, kemudian pasanglah dibusur panah.
Kemudian ucapkan, “dengan nama ALLAH, Tuhan anak muda ini”.
Sesungguhnya jika kamu sanggup melakukannya,
Maka kamu dapat membunuhku dan jika tidak maka tidak.

Raja pun melakukan apa yang diperintahkan anak muda itu,
Dia meletakkan anak panah di busur panahnya kemudian memanahkannnya
Sambil berkata, “dengan nama ALLAH, Tuhan anak muda ini”.
Anak panah tepat menancap di pelipisnya,
lalu anak muda itu meletakkan tangannya di tempat anak panah, dan akhirnya ia meninggal.

Semua manusia yang berkumpul mengatakan.
“kami beriman kepada Tuhan anak muda itu”
Dikatakanlah kepada raja itu, “sudahkah kau saksikan apa yang pernah kau khawatirkan?
Kekhawatiranmu itu telah menimpamu.
Kini manusia telah beriman semuanya kepada ALLAH.

Dengan marahnya, Raja membuat parit di pintu masuk kota, dan menyalakan api di dalam parit itu.
Raja kemudian berseru, “barangsiapa yang keluar dari agamanya, maka biarkanlah,
Dan siapa yang menolak maka lemparkanlah ke dalam parit yang menyala...!”

Tetapi orang-orang yang telah beriman justru
datang berbondong-bondong dan saling dorong untuk masuk ke dalam parit.
kemudian datang seorang wanita dengan bayinya yang masih disusui.
Wanita itu kelihatan ragu untuk masuk ke dalam api
Maka berkatalah bayinya, “sabarlah wahai ibunda,
Sesungguhnya engkau berada di jalan yang benar”.

Sahabatku...!
Sesungguhnya kemenangan besar itu diraih dari perjuangan besar
Dan pengorbanan diri yang penuh ketulusan.

Selasa, 10 Februari 2009

Yahudi di Pentas Dunia (bagian 2)

Kenapa Yahudi memilih Palestina?
Bani Israil tersebar ke berbagai negeri. Dimanapun ia bercokol, akan bikin masalah, sehingga tidak pernah disukai oleh orang disekitarnya. Tetapi kelicikannya tidak pernah mati, ia terus melakukan lobi, hingga akhirnya berhasil melobi kerajaan Inggris untuk meminta kepada Khalifah Islam Turki Utsman sejengkal tanah di Palestina untuk didiami orang Yahudi (Orang Yahudi sebelum merampas tanah Palestina tidak punya negara). Namun sang Khalifah menolak permintaan tersebut, bahkan ia meludahinya dan berkata; “saya tidak akan pernah memberikan sejengkal pun tanah kaum Muslimin kepada orang Yahudi.

Setelah khilafah Islamiyah runtuh, dan wilayah-wilayah Islam (salah satunya adalah bumi Palestina) jatuh ke tangan penjajah. Inggris yang menjajah Palestina memberikan izin kepada orang-orang Yahudi untuk tinggal dan bermukim di tanah Palestina. Maka sejak itu, orang Yahudi menghentikan langkahnya, dan menancapkan kakinya di atas tanah hadiah dari penjajah. Dengan sifat yahudinya yang diwariskan turun temurun, dan gerakan zionisnya, ia mencaplok tanah ummat Islam sedikit demi sedikit dan membangun kekuasaan besar. Dari sejengkal tanah pemberian raja Inggris, kini hampir seluruh tanah Palestina telah dirampas dan dimilikinya.
Berdiamnya orang yahudi di tanah Palestina, bukan sebatas faktor kebetulan karena mendapatkan hadiah dari raja Inggris, tetapi merupakan cita-cita kaum Yahudi untuk merebut tanah suci yang di atasnya berdiri mesjid Aqsa. Mereka sangat agresif menguasai Palestina karena suatu asumsi dan keyakinan.
Pertama, Orang Yahudi menganggap dirinya keturunan Bani Israil dari Ya’qub a.s. Memang tanah suci al-Quds dulunya dikuasai oleh Nabi Ya’qub dan keturunannya (Bani Israil). Tetapi apakah ada hubungannya ?. Sesungguhnya tidak ada hubungan sama sekali antara Israil sekarang yang zionis dan templar dengan Israil-Ya’qub yang merupakan salah seorang Nabi Allah yang beragama Islam. Justru ummat Islamlah yang memiliki hubungan dengan Israil-Ya’qub karena memiliki keyakinan yang sama, keyakinan kepada Pengesaan Allah swt. Itulah sebabnya ketika Rasulullah melihat orang yahudi Madinah melakukan puasa asyura, beliau mengatakan aku yang lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa daripada kalian.
Kedua, Ingin mengembalikan kerajaan Musa, Sulaeman dan Daud. Keinginan mereka sebatas emosional etnis, tidak ada hubungannya dengan agama. Karena Musa, Sulaeman dan Daud, adalah para Nabi Allah dan pemimpin serta penguasa yang melaksanakan ajaran Islam. Kalau mereka ingin meneruskan ajaran Nabi Musa, Nabi Sulaeman dan Nabi Daud, seharusnya mereka mengikuti ajaran yang dibawah Nabi Muhammad saw, tetapi itu tidak mungkin. Mereka menolak kenabian Muhammad karena berasal dari keturunan bani Ismail dan bukan dari keturunannya. Yang mereka ingin bangun bukanlah kerajaan Nabi Musa, Sulaeman dan Daus a.s. tetapi melanjutkan kedzaliman nenek moyangnya Samiri, Jalut atau Jabbarin.
Ketiga, keyakinan mereka bahwa kerajaan Sulaeman tepat berada di tanah berdirinya mesjid Al-Aqsha, sehingga mereka ingin meruntuhkan mesjid Al-Aqsha dan membangun Sinagog Sulaeman. Apa yang dinyatakannya itu hanyalah bualan semata, untuk mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat dunia.
Menurut Ikrimah Said Sabri, khatib Mesjid Al-Aqsha; sinagog Sulaeman bukan hal yang disucikan oleh orang Yahudi, karena mereka hanya menganggab Sulaeman sebagai raja, bukan sebagai Nabi. Ini tentu berbeda dengan keyakinan Ummat Islam yang mempercayai Sulaiman sebagai Nabi Allah. Sebab itu, tujuan sesungguhnya kenapa mereka menggali terowongan di bawah mesjid Al-Aqsha adalah menghancurkannya dan memutuskan hubungan kaum Muslimin dengan Palestina. Mereka menilai bahwa keberadaan mesjid Al-Aqshalah yang membuat kaum Muslimin mengingat Palestina dan tidak bisa melupakannya. Padahal, lanjut ikrimah penghancuran mesjid Al-Aqsha tidak mempengaruhi kesucian tempat itu, sebab yang suci adalah tempatnya bukan batunya.
Satu-satunya hubungan dengan bani Israil fujur, adalah kefujuran dan keangkuhan berjalan di atas bumi Allah. Mereka mewarisi pendahulunya dalam kekejaman, kedzaliman, dan kedustaan. Sebab itu Israil tidak punya hak (haram) untuk menguasai tanah suci Palestina dan Baitul Maqdis. Dan ummat Islam berkewajiban mengusirnya.

Tanah Suci hanya dipimpin oleh orang yang mentauhidkan Allah
Allah swt telah menetapkan Palestina, tanah tempat berdirinya mesjid Al-Quds sebagai bukatun mubarakah (tanah yang suci). Sebagaimana dalam firmannya :
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِي
Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Q.S. Al-Isra : 1

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِي
Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia

Dengan berdasar kepada Al-Quran, hadits dan data sejarah, kesucian wilayah Al-Quds dapat dilihat dari beberapa aspek ;
• Tanah tempat berdirinya mesjid Aqsa, mesjid yang dibangun oleh Nabi Adam a.s., mesjid mi’rajnya Nabi Muhammad saw, kiblat pernama ummat Islam.
• Baitul Muqaddas selamanya dijaga oleh pemimpin dan penguasa yang taat kepada Allah, dan jika jatuh ke tangan orang yang jahat maka Allah senantiasa mengirimkan orang-orang yang berjuang membebaskannya.
• Negara dengan kesuburan tanahnya serta sungai-sungainya yang mengalir melengkapi kesuburannya.
• Tempat dimakamkannya para Nabi dan orang-orang shaleh.

Tanah Palestina tanah suci ummat Islam. Allahlah yang menetapkannya sebagai tanah suci, maka Allah pula yang menjaga kesuciannya. Sebagai tanah yang suci, Allah tidak membiarkannya jatuh ke tangan penguasa yang berlumur dosa, bermandikan kemaksiatan, dan berbangga dengan kemungkaran-kemungkaran.
Allah swt mengutus pemimpin dan penguasa yang mengatur masyarakatnya dengan sistem dan hukum Allah. Ia sentantiasa dijaga oleh manusia terbaik pilihan Allah di setiap zamannya. Dipimpin oleh para Nabi, orang-orang shaleh, dan orang-orang bertaqwa dengan kepemimpinan yang berkesinambungan.
Allah swt berfirman
وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ كُلا هَدَيْنَا وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِين وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) lshak dan Ya'qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh* Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah, Q.S. Al-Anbiya : 72

Ibrahim diutus oleh Allah sebagai nabi dan sekaligus pemimpin yang memerintah negeri Syam. Beliau adalah seorang Nabi yang Muslim, pemimpin negeri Syam yang menerapkan hukum Islam, kenabian dan kepemimpinannya diemban dengan sukses menjaga tanah suci al-Quds dan mengarahkan masyarakatnya untuk mentauhidkan Allah. Setelah beliau wafat diteruskan oleh anaknya Ishaq. Setelah Ishaq a.s., tongkat kepimpinan dilanjutkan oleh anaknya Ya’qub a.s.
Dalam kepemimpinan Nabi Sulaeman a.s., Palestina berkembang pesat. Kemukjizatan yang dimiliki Nabi Sulaeman memudahkannya untuk mengatur kaumnya, dan mengembangankan peradaban Islam di masanya. Kerajaannya disegani, rajanya ditakuti. Ekspansi da’wahnya hingga ke dataran Yaman, menundukkan ratu Balqis untuk sujud di hadapatan Tuhan Yang Tunggal. Setelah Nabi Sulaeman, digantikan oleh Nabi Daud a.s. Nabi Daud a.s. melanjukan tongkat estafet kemimpinan yang berasaskan ketauhidan.
Demikian pula kehadiran Nabi Musa a.s., dan Nabi Isa a.s., keduanya membawa visi-misi perjuangan da’wah yang sama menegakkan kalimatullah, kalimat ketauhidan, kalimanat la ilaha illallah, kalimat yang harus terus menerus bergema di sudut-sudut kota quds. Keduanya mengemban tugas kerasulan untuk menerapkan hukum Allah di tengah-tengah kaumnya.
Oleh karena itu, jelas bahwa baitul Muqaddas sepanjang sejarahnya berada di bawah pemerintahan dan hukum Islam, dan dipimpin oleh pemimpin-pemimpin Muslim. Maka sungguh Baitul Muqaddas haram dimiliki oleh siapa pun yang tidak beriman kepada Allah. dan Allah swt akan senantiasa menjaga kesucian baitul Muqaddas dari tangan-tangan yang berlumuran dosa dan kedurhakaan. Allah akan menjaga dari hegemoni manusia-manusia penentang hukumNya. Itulah sebabnya, di saat masyarakatnya lalai dari ajaran Islam, sehingga kepempimpinan diambil alih oleh orang kafir (jabbarin), Allah mengutus manusia pilihan untuk membebaskan dari cengkeramannya.

Pembebasan Baitul Muqaddas

Setiap dekade atau fase pergantian zaman, maka akan terganti pula kepemimpinan peradaban. Gelombang peradaban manusia akan mengalami pasang surut. Demikian pula peradaban manusia yang dibangung di atas nilai-nilai ilahiyah akan mendapatkan teror dan gempuran hebat dari barisan pengikut iblis di sepanjang perjalanannya, ini adalah keniscayaan. Musuh utama peradaban ilahiyah tidak akan pernah tertutup mata dan tipuannya untuk bisa tampil menjadi pemenang dan memegang tampuk hegemoni manusia.
Tetapi dalam setiap tahapan zaman, Allah swt tidak pernah membiarkan hambanya terbawa perahu Iblis sehingga terombang-ambing di atas lautan fujur. Allah swt akan mengutus manusia pilihan yang menyelamatkan dan mengeluarkan dari barisan Iblis. Mungkin inilah salah satu maksud hadits Nabi saw bahwa ; Allah swt akan mengutus di setiap seratus tahunnya, orang (pilihan) yang akan melakukan pembaharuan dalam agamanya.
Ketika Palestina dirampas oleh manusia durjana, Allah mengutus manusia pilihan untuk mengembalikan tanah suci dari kenistaan manusia penyembah iblis. Setiap kali terjadi pergeseran kepemimpinan dan jatuh ke tangan orang-orang fujur, jatuh kepangkuan pelaku kemusyrikan, maka Allah swt akan mengutus manusia pilihanNya untuk melakukan pembebasan dari cengkeraman para musuh Allah.
Ketika Nabi Ya’qub a.s. pemimpin bumi Palestina hijrah ke Mesir atas permintaan anaknya Nabi Yusuh a.s. dan akibat musibah kelaparan yang sangat, bumi Palestina lambat laun diselimuti kegelapan. Tanah suci yang disucikan Allah diambil alih oleh kelompok jabbarin. Maka Allah mengutus manusia pilihannya untuk melakukan pembebasan. Allah swt mengutus Nabi Musa dengan memberangkatkannya dari Mesir, dengan terlebih dahulu membebaskan kaum lemah dari perbudakan raja dzalim Mesir. Dari mesir beliau kemudian menaklukkan raja dzalim dan membebaskan dari tangannya.
Demikian pula Allah mengutus Thalut sebagai raja untuk memimpin perang melawan penguasa dzalim Jalut. Bersama Thalut, Daud a.s. yang kelak menjadi bagian dari biji mata rantai pemimpin peradaban ilahiyah.
Setelah sekian lama bumi Palestina tenggelam dalam kubangan imperialisme romawi. Allah menunjuk Umar bin Khattab r.a. untuk tampil ke permukaan menjadi Thalut kedua yang memimpin pasukan untuk membebaskan bumi Palestina. Khalifah Umar bin Khattab (638 M) berhasil membebaskan Palestina dari dari kekaisaran Byzantium (Romawi Timur) sampai abad ke-11 M, Tanah suci pun dibersihkan dari ceceran darah kotor kaum imperialis. Palestina berada di bawah pemerintahan Islam dan merupakan kawasan yang tertib dan damai. Orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Islam hidup bersama.Setelah pembebasan dilakukan, rakyat Palestina menyambutnya dengan suka cita.
Namun kedamaian itu seolah lenyap ditelan bumi begitu Tentara Salib datang melakukan invasi.
Adalah Paus Urbanus II, membakar semangat salibisme kaum kristen untuk berperang melawan ummat Islam dan merebut tanah Palestina. Pada tahun tahun 1096, perang melawan kaum Muslimin diumumkan secara resmi oleh Takhta Suci Roma. Paus juga mengirim surat ke semua raja di seluruh Eropa untuk ikut serta. Mereka dijanjikan kejayaan, kesejahteraan, emas, dan tanah di Palestina, serta surga bagi para ksatria yang mau berperang. Bumi Palestina kembali terkoyak, darah syuhada kembali mengalir.
Perang Arab-Islam dengan Eropa-Kristen tak terelakkan. Ini merupakan perang idiologi terlama sepanjang sejarah ummat manusia. Berlangsung selama beberapa dasawarsa, dari tahun 1096 sampai dengan tahun 1270. Perang salib bisa disebut sebagai babak kedua perang Thabuk pada tahun ke-8 H.
Tetapi disaat pasukan salibis ingin menikmati imperialismenya di bumi Palestina, Allah mengutus hamba pilihanNya untuk menjadi Thalut ketiga yang memimpin pembebasan tanah Palestina dari cengkeraman kaum salibis. Dialah Shalahuddin Al-Ayyubi.
Tantangan pertama yang dihadapi Shalahuddin adalah perpecahan ummat Islam yang terbelah ke dalam dua kubu, yaitu Dinasti Fathimiyah di Kairo (bermazhab Syiâah) dan Dinasti Seljuk yang berpusat di Turki (bermazhab Sunni). Kondisi ini membuat Shalahuddin Al-Ayyubi merasa prihatin. Melalui serangkaian lobi, akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil menyatukan kedua kubu dengan damai.
Tantanga kedua, di mana Shalahuddin dihadapkan pada perilaku kaum Muslimin yang tampak loyo dan tak punya semangat jihad. Mereka dihinggapi penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Spirit perjuangan yang pernah dimiliki tokoh-tokoh terdahulu tak lagi membekas di hati.
Shalahuddin lantas menggagas sebuah festival yang diberi nama peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengkaji dan mendalami sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai jihad. Tujuannya untuk menumbuhkan dan membangkitkan spirit perjuangan.
Festival ini berlangsung dua bulan berturut-turut. Hasilnya luar biasa. Banyak pemuda Muslim yang mendaftar untuk berjihad membebaskan Palestina. Mereka pun siap mengikuti pendidikan kemiliteran.
Shalahuddin berhasil menghimpun pasukan yang terdiri atas para pemuda dari berbagai negeri Islam
Dibawah kepemimpinan Shalahuddin, dan semangat jihad Ummat Islam, Pasukan ini kemudian berhasil mengalahkan Pasukan Salib di Hittin (dekat Acre, kini dikuasai Israel) pada 4 Juli 1187. Pasukan Kristen bahkan akhirnya terdesak dan terkurung di Baitul Maqdis.
Dua pemimpin tentara Perang Salib, Reynald dari Chatillon (Prancis) dan Raja Guy, dibawa ke hadapan Shalahuddin. Reynald akhirnya dijatuhi hukuman mati karena terbukti memimpin pembantaian yang sangat keji kepada orang-orang Islam. Namun Raja Guy dibebaskan karena tidak melakukan kekejaman yang serupa.
Tiga bulan setelah pertempuran Hittin, pada hari yang tepat sama ketika Nabi Muhammad diperjalankan dari Mekah ke Yerusalem dalam Isra’ mi’raj (bertepatan 2 Oktober 1187), pasukan Shalahuddin memasuki Baitul Maqdis. Kawasan ini akhirnya bisa direbut kembali oleh pasukan Islam setelah 88 tahun berada dalam cengkeraman musuh.
Sekarang bumi Palestina kembali dikuasai oleh musuh Allah, musuh ummat Islam. Baitul maqdis kembali jatuh di tangan para durjana yahudi al-maghdub. Kini bumi palestina menunggu pemimpin yang akan membebaskannya dari cengkraman manusia biadab. Bumi Palestina menunggu pemimpin yang akan membawanya kepada kehidupan yang baldatun tayyibah warabbun ghafur. Kehidupan yang damai, aman dan rukun. Tapi siapa sang pemimpin itu? Hanya Allahlah yang tahu, dan berkehendak untuk memilih hamba pilihanNya. Tetapi bercita-citalah untuk menjadi pemimpin pilihanNya, siapa tahu anda orangnya. bersambung

Selasa, 20 Januari 2009

YAHUDI di Pentas Dunia

YAHUDI di Pentas Dunia
Telah Perjalanan kaum Yahudi dalam sejarah peradaban manusia

Baru saja kita melewati sebuah peristiwa dunia, yang diperankan oleh Zionis Yahudi. Sandiwara yang memperlihatkan karakter manusia bernama Israil. Mata masyarakat dunia terbelalak melihat kekejamannya. Tubuhnya tersentak menyaksikan mayat-mayat tak berdosa bergelimpangan. Anak-anak dan perempuan jadi korban, mesjid dihancurkan. Sekolah dan gudang pangan milik PBB tak luput dari hantaman roket, bahkan kuburan pun diserang. Gaza dihujani bom dan roket dari segala arah laut, udara dan darat. Langit gaza terang benderang oleh ledakan bom.

Dunia menyalahkan, semuanya mengutuk Israil atas agresi yang dilancarkan ke wilayah Gaza. Dan ketika PBB menyerukan untuk gencatan senjata, dengan angkuhnya mengabaikan seruan PBB. Memang, untuk kasus Gaza, Israil jauh lebih kuat dibandingkan PBB yang notabene organisasi negara-negara dunia. Kenapa? Yaa.... karena PBB miliknya Amerika. Sementara Amerika membenarkan Israil. Masih ingat, pidatonya Barack Obama? “Israil harus dilindungi”.
Seluruh ummat Islam di dunia benci, Kita semua benci, jijik, dan mengutuk atas kekejaman Ehud Olmert dan betina iblis Tzipi Livni serta seluruh yang berbaris di belakangnya (termasuk beberapa pemimpin Arab yang hanya bisa diam dan acuh tak acuh), Tapi awas, jangan sampai kebencian itu mendidih hingga ke ubun-ubun karena kemarahan meluap-luap dan dendam kesumat yang tak terkendali. Hati-hati, terpeleset ke lorong syaitan. Ingat ! pesan Nabi; la taghdab (jangan marah). Kebencian kita bukan karena emosi yang tak terkendali Kemarahan dilontarkan bukan pada orangnya, tetapi atas perbuatannya.
Yang perlu khawatirkan kalau kita yang dengan penuh semangat berteriak lantang jihad melawan Israil, hancurkan Israil, ganyang Amerika dibarengi dengan kemarahan. Tapi justru bersahabat dengan Amerika dan Yahudi. Seruan boikot produk Amerika, tapi hampir semua yang kita konsumsi adalah produk Amerika.
Serba salah memang. Pada saat tulisan ini diposting, saya harus bersama Yahudi, bukankah Google adalah milik pengusaha Yahudi Sergey Brin atau Larry Page? Bahkan disaat membuka laptop dengan windows, lagi-lagi Yahudi. Adakah solusi yang ditawarkan umat Islam ?
Adanya banyak hal yang perlu kita ketahui tentang Yahudi. Perhatikanlah Al-Quran, yang banyak menggambarkan kaum yahudi, bahkan satu surat khusus diabadikan dengan surat bani Israil. kemudian Allah swt menfonis mereka sebagai kaum yang maghdub (dimarahi, dibenci, dilaknak). Kenapa tiba-tiba Israil muncul di tanah Palestina, dan kemudian merampas tanah palestina sedikit demi sedikit. Di Amerika pengaruh lobi Yahudi sangat kuat khususnya dalam kebijakan ekonomi dan politik. Konon, Barack Obama melangkah mulus masuk gedung putih tidak terlepas dari permainan Lobi Yahudi, Yahudikah Barack? Ikuti perjalanannya, Tulisan ini akan menghadirkan kajian yang mendalam tentang Yahudi

Jejak Kaki Bani Israil di Bumi Palestina.
Bani Israil merupakan keturunan Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Pada mulanya Nabi Ibrahim berasal dari Iraq. Ia kemudian mengembara melakukan da’wah bersama istrinya Sarah. Ketika ia tiba di Mesir, ia menikah dengan Hajar. dari istrinya ia dikaruniai dua orang anak. Hajar melahirkan Ismail a.s., yang kelak nantinya menurunkan keturunan bangsa Arab Adnani, hingga Nabi Muhammad saw. Sedangkan Sarah melahirkan Ishaq 'as. Lalu Ishaq mempunyai anak Ya'qub 'a.s. Nabi Ya’qublah yang disebut Israil. Maka anak cucu Ya'qub yang kemudian disebut Bani Israil. Dalam al-Quran bani Israil dibahasan Allah dengan al-asbat.

قُولُوا آَمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُون
Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya Q.S. 2 : 136

Menurut Qurthuby dalam tafsirnya al-asbath seperti kabilah pada bangsa Arab, yang merupakan anak Ya’qub (Israil) a.s. yang berjumlah 12 orang. Diantara mereka anak-anak Ya’qub ada yang menjadi Nabi dan pemimpin yang menerapkan syariat Allah swt. Salah seorang di antara mereka adalah Nabi Yusuf a.s. yang kelak menjadi Nabi dan memerintah Mesir. perhatikanlah firman Allah ! :
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِين

(ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku[742], Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku. Q.S : 12 : 4

Dalam ayat ini Nabi Yusuf menceritakan kepada Bapaknya Ya’qub a.s. tentang mimpinya melihat 11 bintang yang sujud serta bulan dan matahari semuanya berjumlah 13 sujud kepadanya. Ini sesuai dengan jumlah keluarga Ya’qub yang oksedus ke Mesir pada saat musim paceklik semuanya berjumlah 13 orang, Ya’qub, 11 saudara Yusuf, dan Yusuf sendiri. Bisa jadi angka keramat bagi kelompok Kabbalis Yahudi ektrimis, yang mereka sebut the sacred number berasal dari kisah Yusuf a.s. ini.
Jika kebanyakan orang menganggap angka 13 adalah angka buruk yang membawa sial sehingga ia tidak mau mengambilnya dalam banyak hal, maka berbeda bagi Yahudi yang justru merupakan angka suci, sehingga ia pakai dalam simbol-simbol ritual mereka, simbol negara, perusahaan maupun yang lainnya. Cermatilah beberapa perusahaan dunia menggunakan angka 13 sebagai simbol perusahaan mereka. Perhatikanlah logo Startrek.com, Mcdonald’s, Arbys, westell, ataupun logo Windows yang sering diartikan jendela, merupakan double 13. Perhatikan juga garis merah putih pada bendera Amerika Serikat berjumlah 13, atau logo Departemen Keuangan Amerika Serikat, terdapat tulisan melingkar “the department berjumlah 13 huruf, of the treasury juga 13 huruf” dan bintang berjejer di dalamnya juga berjumlah 13 bintang.
Ini adalah bukti bahwa sesungguhnya Negara Amerika dibangun di atas idiologi Yahudi. Maka tidaklah mengherankan kalau Amerika Serikat sangat membela Israil. Hingga Barack Obama (yang menjadi harapan masyarakat dunia) dalam pidatonya sesaat setelah dilantik sebagai presiden US ke 44 menyatakan dengan tegas bahwa kedaulatan Israil adalah kepastian, dan harus dilindungi. Pernyataan ini “Yahudi banget”. Obama naiknya ke tahta gedung putih atas izin dan restu lobi Yahudi Amerika.
Keadaan negeri Nabi Ya’kub mengalami kondisi sulit bahan pangan, sehingga masyarakat Syam berbondong-bondong ke Mesir minta bantuan, termasuk anak-anak Ya’qub. Nabi Yusuf as yang telah menjadi pejabat penting Mesir memudahkannya untuk memanggil ayahnya dan seluruh saudara-suadaranya pindah dari negeri Syam. Tapi perlu diketahui bahwa kepindahan Ya’qub dari negeri Syam tentu tidak begitu saja, Ya’qub diutus oleh Allah swt sebagai Nabi sekaligus pemimpin yang diamanahi menjaga tanah suci baitul muqaddas Palestina. Sebab itu, Ya’qub tentu sudah mengamanahkannya kepada yang lain, supaya pelaksanaan syariat Allah swt tetap berlangsung.
Kedudukan Nabi Yusuf sebagai bendaharawan negara di Mesir menjadikan bani Israil mendapatkan tempat yang layak dan hidup dengan bebas. Akan tetapi pada perkembangannya, bani Israil justru mengalami kemajuan dibanding kaum egyptian, penduduk asli Mesir. Hal ini memicu kecemburuan luar biasa dari mereka. Hingga akhirnya raja Mesir (firaun) menurunkan kelas bani Israil sebagai budak. Inilah awal penindasan bani Israil di Mesir.
Ketika Bani Israil ditindas dan diperbudak di Mesir, di tempat yang lain di bumi Palestina juga telah kacau balau. Bumi yang di dalamnya disucikan Allah swt jatuh ke tangan manusia pendosa dan dipimpin oleh orang bengis dan penyembah berhala. Dalam al-Quran Allah swt menyebutknya dengan Jabbariyyin.
يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّى يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu[409], dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), Maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. Mereka berkata: "Hai Musa, Sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, Sesungguhnya Kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. jika mereka ke luar daripadanya, pasti Kami akan memasukinya". Q.S. 5 : 21-22

Dalam tafsri al-Badawi disebutkan bahwa kaum Jabbarin adalah kelompok ‘ummalah (pekerja kasar/buruh) dari sisa kaum Ad. Disebut Jabbarin karena memliki fisik yang tinggi dak besar, keras, dan kuat dalam berperang sehingga sulit dikalahkan.
Maka Allah swt mengutus Musa a.s. untuk membebaskan ardhul muqaddasah (tanah suci) Palestina dari cengkeraman kaum Jabbarin dan juga mengeluarkan bani Israil dari perbudakan dan penindasan Firaun (pemimpin Mesir yang telah melampaui batas pelanggarannya). Sebab itu kehadiran Musa memimpin pembebasan dari dua aspek. Dari aspek idiologi dengan melakukan revolusi tauhid, supaya penegakan kalimat tauhid la Ilah illallah kembali tersambung kelanjutannya dari Nabi-nabi sebelumnya serta menghentikan kedurhakaan firaun. Dari aspek kemanusiaan, membebaskan bani Israil yang ditindas oleh pemimpin yang dzalim dan tidak berprikemanusiaan.
Dibawah kepemimpian Nabi Musa, bani Israil kembali ke tanah leluhurnya Palestina. Tapi perlu diingat mereka yang kembali itu adalah Nabi Allah Musa a.s. dan kaumnya yang beriman dan taat kepada Allah swt. Adapun yang durhaka dan menyembah berhala ikut dengan Samiri si pengikut Iblis. Musa bersama kaumnya membebaskan Palestina dari imperialis kafir yang tidak menegakkan hukum Allah di atas tanah suci bumi Palestina.
Di bumi Palestina beberapa Nabi Allah silih berganti memimpin tanah suci Palestina dan menegakkan hukum Allah. Musa as., Isa a.s. hingga Sulaeman a.s. Sepeninggal Nabi Sulaeman, peradaban ilahiyah kembali terkoyak. Tanah suci dikuasai oleh pemimpin kafir, yaitu Jalut sang taghut. Hingga akhirnya bumi Palestina dibebaskan kembali oleh Thalut dan pasukannya. Kepemimpinan Thalut hanyalah perantara hadirnya pemimpin yang sesusungguhnya, pemimpin yang diutus Allah swt, yaitu Daud as. Dibawah kepemimpinan Nabi Daud a.s., hukum Allah kembali dilaksanakan dan peradaban ilahiyah tegak kembali.
Setelah Nabi daud a.s meninggal, kekafiran kembali berkuasa, bani Israil pun kocar-kacir. Akhirnya mereka meninggalkan bumi Palestina, tersebar ke mana-mana. Ada yang ke dataran Eropa dan ada juga ke dataran Arab (Yatsrib).
Patut diingat bahwa, walaupun Bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’qub dan Nabi Ibrahim, keturunan dari orang-orang shaleh. Bani Israil terbagi dua; ada yang mengikuti jalan benar, taat kepada Allah dan ada yang menempuh jalan sesat. Kelompok yang menempuh jalan sesat terungkap pada kisah kedurhakaan samiri yang membuat patung sapi dan menyembahnya, dan punya banyak pengikut, kedurhakaan kepada Nabinya Musa yang enggan masuk Palestina, bahkan menyuruh Nabi Musa berperang sendiri bersama Tuhannya, dan kisah sapi betina. Atau pada kisah Thalut.
Oleh karena itu, ketika Yahudi Israil sekarang ini mengklaim dirinya sebagai keturunan Bani Israil, maka itu tidaklah salah. Akan tetapi dari garis yang mana? Apakah dari garis keturunan Bani Israil yang shaleh atau dari garis keturunan yang durjana-durhaka.? Dengan melihat tingkah lakunya, watak dan sifatnya maka kita bisa sepakat bahwa Zionis Israil adalah pengikut Bani Israil sang pembangkang dan Pembunuh Nabi, Bani Israil si penantang Allah. tidak lebih dari itu. Wallahu ‘alam. bersambung

Kamis, 15 Januari 2009

Alunan Harap



Ketika wajah penat memikirkan dunia, maka berwudhulah
Ketika tangan letih menggapai cita dan cinta, maka bertakbirlah
Ketika mulut kering menyeruh ummat, maka berzikirlah
Ketika pundak lelah menanggung beban, maka bersujudlah

Ingatlah...!
Kepada siapa yang senantiasa memberimu
wajah penat, tangan letih, mulut kering dan pundak lelah
Ingatlah...!
Kepada siapa yang menganugerahimu kesempatan untuk berbuat
Ingatlah...!
Kepada siapa yang mencurahimu harapan untuk membangun asa
Ada Ar-Rahman yang tidak pernah jauh darimu
Ada Ar-Rahim yang selalu menyambut sapa alunan zikirmu
Ada Al-Ghafur yang tak pernah lalai menerima ukiran kata maafmu
Allah yang selalu mendekapmu erat
Allah yang selalu membahagiakanmu dengan lantunan cintaNya
Allah yang selalu mendampinginmu di setiap langkah
Allah yang selalu disisi dan didekatmu melebihi dekatnya urat nadimu
Maka....
Mengapa engkau masih jauh dariNya,
Mengapa engkau masih ragu padaNya,
Mengapa engkau masih malu padaNya ?
Mendekatlah kepadaNya dalam sujud dan munajad,
Karena Dia tidak pernah mengabaikan harapan hambaNya

Senin, 12 Januari 2009

Brigade Al-Qassam Menghancurkan Pertahanan Zionis Israil


القسام تقصف موقع للمدفعية الصهيونية ومغتصبة "كريات جات"

أعلنت كتائب عز الدين القسام الجناح العسكري لحركة المقاومة الإسلامية (حماس) أنها قصفت صباح اليوم موقع المدفعية شرق البريج بصاروخ "قسام"، ومدينة "كريات جات" الصهيونية بصاروخ جراد.
وقالت الكتائب في بيانٍ عسكري إنها فجَّرت عبوة أرضية بآلية صهيونية على جبل الكاشف شرق جباليا؛ مما أدَّى إلى اشتعال النار فيها.
وذكرت أن هذه العملية تأتي في إطار "معركة الفرقان" التي تخوضها كتائب القسام تصديًّا للحرب التي يشنها العدو الصهيوني ضد قطاع غزة الأبي الصامد، وردًّا على المجازر المتواصلة التي أدَّت إلى استشهاد أكثر من 900 شهيدًا وإصابة الآلاف من الأبرياء.
وأكدت القسام استمرارها في الدفاع عن أرض وأهل قطاع غزة، ومواصلتها قصف مواقع ومدن ومغتصبات العدو ما دام العدوان قائمًا.Ikhwanonline